Jumat, 08 Juni 2012

Pakaian Kerajaan Joseon ala Korean Drama

Nemu artikel ini di thetalkingcupboard.wordpress.com dan kerennnnnnnn banget!! Akupun sebenarnya pengen banget posting tulisan kek gini tapi karena keterbatasan bahasa jadilah aku cuman posting beberapa hal kek binyeo, itupun yang aku dapat dari posting orang lain. Sejak nonton The Princess' Man sebenarnya udah tertarik dengan aneka hanbok, aksesoris ala Joseon. Terus nonton Deep Rooted Tree, terus nonton The Moon That Embraces The Sun nambah penasaran. Sampai aku, yang tadinya ga' nonton Dong Yi, jadi beli dvd Dong Yi demi ngeliat binyeo, hanbok, dan gelar istri-istri raja ^^.
Oke tulisan berikut aku copas dari link blog tadi yang aku tulis, catatan : tulisan warna hijau adalah additional dari aku ya bukan dari blog tadi. 
1) Raja dan Putra Mahkota
Raja sebagai pria yang paling tinggi kedudukannya, jadi bahas soal pakaian raja dulu.
Yang paling sering dilihat di drama adalah jubah besar berwarna merah dengan lambang naga untuk raja. Jubah untuk raja ini biasa di sebut gonryongpo (곤룡포), baju harian untuk raja dan putra mahkota. Jadi itu menjelaskan kenapa raja selalu aja pake jubah warna merah (kek ga' punya baju lain aja ya rajanya ^^) karena itu baju harian (ya..ya..ya..).
Gonryongpo di pakai oleh raja yang berkuasa, putra mahkota dan anak laki-laki pertama dari putra mahkota (calon putra mahkota). Perbedaannya terletak pada wrna dan lambang naga. Merah / scarlet (tapi kadang merah marun kek warna jubah raja Sukjong di Dong Yi nih kek gambar di bawah ini)
chakan, tapi ni Ji Jin Hee ga' pake lambang naga ya? Lambangnya kek harimau gitu. Aigu..jadi  bingung juga baiklah mungkin selain naga pake lambang harimau. Tapi di jubah lain raja Sukjong pake emblem naga kok.
Untuk putra mahkota dan anak laki-laki pertamanya mereka memakai warna biru (biru? aku rasa ungu ya. okelah Ungu kebiru-biruan atau biru keungu-unguan? Hahaha aku ni ya copas kok ya protes ^^). Untuk lambang naga, raja memakai naga dengan lima jari yang di kenal dengan nama  ohjoeryongbo (오조룡보), putra mahkota memakai sajoeryongbo (사조룡보) naga empat jari. Untuk anak pertama dari putra mahkota memakai wearssamjoeryongbo (삼조룡보), lambang naga berjari tiga.
Kata si penulis blog tadi, sapa ya namanya, dia ga' begitu memperhatikan soal emblem (lambang) naga ini. Hmm..berarti benar ya analisaku tadi kalau terkadang emblemnya ga' melulu naga, bisa harimau. Jadi penasaran ma drama lainnya. Coba aku cek Iljimae ya. Tar deh aku gugling dulu ^^
Ketemu yang Iljimae!! Tapi...warna jubah raja hitam bukan merah atau scarlet. Tapi emblemnya sama kok, naga. Gimana kalau raja Sejong di Deep Rooted Tree? Gugling lagi deh :D

Ketemu.........Lee Do muda dan tua sama-sama pake pake emblem naga. Oke keknya selesai soal raja, lanjuttt.... Eh tapi sebelumnya masih soal Deep Rooted Tree kan ceritanya pas raja Sejong muda memerintah ayahnya, raja Taejong, masih ikutan memerintah gitu. Nah warna jubah raja Taejong agak hitam, biru keunguan gitu. Mirip sama warna jubah putra mahkota. 
Lee Hwon sebagai putra mahkota, memakai biru (aku lebih suka bilang biru keunguan ^^) gonryongpo dan sajoeryongbo (naga empat jari) di depan, belakang dan kedua bahunya.Lihat di gambar, di bahu kirinya.
Sebagai raja, Lee Hwon memakai gonryongpo merah dengan ojoeryongbo (naga lima jari). Keliatan tuh di gambar, di bahu kirinya.
Sebagai pelengkap dari gonryongpo, mahkota di kenal dengan nama ikseongwan (익 선관). Di drama sealu warnanya hitam tapi sebenarnya ga' melulu warnanya hitam. Ada banyak variasi warna. Di pinggang sabuk dengan giok di sebut gakdae, aksesoris penting lainnya untuk jubah.
Untuk acara-acara khusus seperti penobatan dan pernikahan, raja memakai jubah spesial yang bernama  myeonbok (면복). Ada dua jenis dari myeonbok: gujangbok(구장복) atau 'pakaian sembilan simbol' untuk raja dan  sibijangbok (십이장복) atau ‘pakaian 12 simbol' untuk kaisar. (kok kaisar ya? Setahuku Joseon itu pake raja bukan kaisar kek di China. Apa kaisar ini sebutan untuk ayah raja?)
Disebut gujangbok karena ada sembilan jenis simbol yang tersulam di jubah. Bagian atas dari jubah, naga di kedua bahu, gunung di belakang, api, burung, lambang barel anggur harimau di kelima lengan ; yang di sebut ojang, artinya untuk yang. Untuk roknya (pasangan jubah) ada biji padi, kapak dan api; yang di sebut sajang, artinya untuk ying.
Dari kiri, searah jarum jam : naga pada kedua bahu Hwon; lima puncak di belakang; api, naga dan puncak-puncak di rok (mungkin karena ia putra mahkota); dan api di keliman tangannya.
Warna jubah hitam kemerahan untuk di luar dan ungu untuk warna bagian dalam. Jubah ini ukurannya lebih pendek di banding dengan jubah yang normal jadi lambang-lambang yang tersulam di rok tetap kelihatan. Baju dalam (lebih sering ga' kelihatan) di kenal dengan nama jungdan, berwarna putih dengan keliman warna biru. Daedae adalah sabuk di pinggang berwarna merah dan putih yang di gunakan untuk mengencangkan rok. Sabuk pinggang, hyeokdae dipagari oleh giok. jade. Ada sepasang giok yang di sebut pae, tergantung di hyeokdae. Rok berwarna pink mawar (atau merah). Pelindung lutut, pyeseul, di ikat bersama ke pinggang di balik rok tapi kini biasanya di jahit ke rok. Berukuran persegi panjang, di buat dari sutra merah dengan kain hitam yang melapisi tepinya.
Yang kelihatan dari scene ini (pernikahan Hwon dan Bo Kyung episode 6) : jubah, hyeokdae persegi, dan bagain atas dari rok.
Husu adalah bagian berumbai di belakang rok.
  
Hwon memakai husu di belakang tapi lebih jelas dapat di lihat husu yang di pakai menteri Yoon.
Mal, adalah kaos kaki merah yang di pakai bersama dengan sepatu merah yang di sebut seok. Dan untuk tutup kepala, mahkota yang di sebut myeonrugwan. Banyaknya manik-manik di myeonrugwan menunjukkan status si pemakai : dua belas untuk kaisar, sembilan untuk raja dan delapan untuk putra mahkota.
Raja juga punya baju militer yang di gunakan saat keluar dari istana atau untuk tugas militer. 
2) Ratu, ibu suri, selir dan putri
Para wanita kalangan atas sama saja seperti wanita kebanyakan : mereka di beri kebebasan untuk memakai pakaian yang beraneka warna (ga' kek raja atau putra mahkota) tapi  aksesoris pelengkap dari pakaian istana mereka berbeda dari wanita kebanyakan yang menunjukkan level status sosial mereka.  
Yang paling sering dan pakaian sehari-hari dari para wanita istana ini adalah  isdangui (당 의). Itu sebenarnya bagian dari pakaian ceremony atau jaket, tapi oleh para ratu dan putri itu di adaptasi menjadi pakaian sehari-hari. Di karakteristikan dari bagain depan dan belakang yang rendah, seperti lingkaran dengan bagian yang runcing. Perbedaan yang mencolok dari dangui yang di pakai oleh keluarga kerajaan, di banding dayang-dayang istana dan wanita bangsawan adalah dari  geumbak, atau pola emas di baju mereka. Dan juga untuk ratu atau ibu suri ada lambang naga yang terjahit di bahu, depan dan belakang dangui mereka. Sama seperti yang di pakai raja, ohjoeryongbo (naga lima jari)Dangui di pakai bersama a seuran chima, rok panjang yang ada pola  geumbak-nya.
Yeon-Woo memakai dangui pink dan seuran chima scarlet.
  
Dangui putri Minhwa agak simple mungkin karena dia masih kecil. Tapi untuk putri yang lebih dewasa seperti putri Kyung Hye (The Princess' Man) geumbak-nya lebih banyak (scene ini pas Se Ryung nyamar jadi putri Kyung Hye). Perhatikan karena putri Kyung Hye bukan ratu atau ibu suri jadi geumbak dia bukan naga melainkan bunga-bunga. 
Untuk ornamen penting tergantung pada gaya rambut yang di pakai oleh masing-masing orang. 
Ratu biasanya memakai gaya rambut bulat kek yang di pakai ratu Soheon (Deep Rooted Tree)  yang di kenal dengan nama  eoyeo meori (어여머리), juga di sebut 'gaya rambut kerajaan' karena hanya wanita anggota kerajaan yang boleh memakai gaya rambut ini. Tteoljam (떨 잠), 2 ornamen bulat  yang terbuat dari logam berbentuk bunga dan kupu-kupu adalah hiasan yang di pakai untuk jenis gaya rambut ini dengan tusuk konde yang besar dan kecil.
Yang ini : gaya rambut yang paling sering di pakai oleh ratu dan putri yang telah menikah di sebut isjjeokjin meori (쪽 진 머리), dimana gelungan kepangan rambut yang di ikat jadi semacam sanggul, dengan tusuk konde panjang. Tusuk konde panjang ini biasa di sebut  binyeo (비 녀), tapi nama yang spesifik tergantung dari bentuk dari binyeo itu sendiri. Binyeo ini menentukan level status wanita yang memakaianya.
Tusuk konde naga, yongjam, untuk ratu (dan ibu suri). Mutiara merah di mulut naga  berarti bahwa setiap keinginan akan jadi kenyataan.
  
Ibu Suri Yoon (the Moon That Embraces The Sun) yang biasanya pake binyeo kek ibunya Hwon pas episode 17 yongjam berubah. Masih naga tapi ga' ada mutiara merahnya.
Tusuk konde berbentuk phoenix, bongjam, di pakai oleh selir dan para putri. (Tapi kalau di lihat di TMTETS putri Minhwa pas di luar istana pake binyeo bukan yang phoenix tapi kek bunga-bunga gitu berbeda pas dia masuk istana maka binyeo dia berubah jadi binyeo bongjam).
Bentuk berbeda dari bongjam ; dari kiri sesuai arah jam  Lady Park (ibunya Yang Myung), Ratu Yoon Bo Kyung, Yeon-Woo, dan Putri Min Hwa.
Putri yang belum menikah memakai gaya rambut yang normal, kepang satu yang di ikat dengan pita. Gaya ini di sebut daenggi meori (댕기 머리). Daenggi adalah pita yang mengikat kepang. Hiasan lain disebut baetssi daenggi, ini dipakai di atas kepala bentuknya kecil tapi juga di tambahkan konde kecil di kedua sisi rambut yang di sebut cheopji. 
Saat ada upacara khusus ada beberapa opsi untuk jubah yang di pakai ratu dan putri.
Wonsam jubah yang di pakai oleh ibu suri, ratu dan putri.  Namun ada warna dan pola khusus sesuai dengan level masing-masing : warna kuning dan pola naga (hwangwonsam) untuk ibu suri, warna merah dan pola phoenix (hongwonsam) untuk ratu, merah keunguan dengan pola phoenix untuk selir, dan hijau dengan pola bunga (nokwonsam) untuk putri. Ikat pinggang warna merah ,daedae, dipakai untuk wonsam seperti yang di pakai Lee Seol di drama My Princess
 Hwarot adalah jubah mewah warna merah dengan pola-pola sulaman yang di pakai putri saat menikah. Bagian dalam jubah di sebut samhuijan jeogori (jaket) warna kuning dengan merah / biru daran chima (rok berpola emas).
  
Putri Kyung Hye dengan samhuijan jeogori dan Se Ryung yang memakai daran chima.
Hwarot punya beragam pola seperti peoni dan lotus, bebatuan, phoenix dan kupu-kupu melambangkan umur panjang dan keberuntungan. Huruf yang tertera menyimbolkan keberuntungan dan kehidupan berumah tangga, contoh :  ‘二姓之合’ (kedua nama tergabung) dan  ‘萬福之源’ (dasar dari setiap keberuntungan). Untuk hiasan kepala dan ornamen di rambut, yongjam panjang dimasukkan melalui sushik (gaya rambut untuk pernikahan)agar ap daenggi (pita), bisa di gantungkan disana. Mahkota kecil yang di kenal dengan nama hwagwan di kenakan di kepala dan doturak daenggi, pita besar tergantung disana di bagian belakang.
Saat putri Kyung Hye menikah; dari kiri searah jarum jam :From the day of Princess Kyung Hye’s wedding; from the top left, clockwise direction: berbagai macam pola dari hwarot dan daenggi, kata-kata yang tersulam, doturak daenggi, hwagwan dand  ap daenggi tergantung di yongjam yang panjang.
Cheokui adalah jubah upacara berwarna biru dengan  untuk is a blue ceremonial robe dengan kain merah berjajar kerah sampai ujung yang lebih rendah dan juga ujung lengan. Pola awan dan phoenix tersulam di kain merah dan awan dan naga pada bagian yang berwarna biru. Kebanyakan saat menikah ratu atau putri akan memegang sebuah lempengan batu giok berwarna biru kehijauan (tergantung dari apa yang mereka gunakan) di kenal dengan nama paeok atau gyu. 
Noeui (노 의) adalah jubah acara berwarna merah dengan lingkaran ke bawah ujung kedua lengan dan juga pada seluruh jubah. Tidak banyak detail soal  noeui tapi kalau di lihat dari drama hampir sama dengan cheokui.
  
Yeon-Woo memakai noeui dan memegang paeok.
Ada dua jenis model rambut yang di gunakan untuk noeui. Satu keun meori (큰머리). Hampir sama dengan eoyeo meori, tapi ada tambahan hiasan kepala yang di sebut tteolguji. Yang kedua daesu, hiasan kepala atau mahkota ukurannya sangat besar dan berat.  Daesu hanya di pakai untuk cheokui.
Yeon-Woo memakai noeui dengan keun meori.
Bo-Kyung memakai noeui dengan daesu.
3) Pangeran, Menantu raja, Pejabat Sipil, Pejabat Militer, Kasim dan Dayang
Pada dasarnya pangeran punya jubah yang berbeda dengan putra mahkota. Jubah mereka hampir sama dengan apa yang di pakai oleh para pejabat. Paling beda dari warna dan pola pala lencana level status atau yang disebut hyungbae.
Jubah berkerah bulat yang di pakai pangeran Gwangpyung ini di sebut dalryeongpo, warnanya ungu.
Pada piku di atas, terlihat hanya  Grand Prince Suyang dan Grand Prince Anpyung yang memakai dalryeongpo ungu sementara Prince Yangmyung dan Prince Consort Yeom memakai dalryeongpo merah tua (kalau di drama The Princess' Man warna jubah prince consort Jong bukan merah tapi biru). Mungkin jubah berwarna ungu untuk pangeran dari ratu sedangkan pangeran dari selir warna jubah mereka merah. Tapi...pas nonton Queen Insoo, suami dia (Pangeran Dowon) juga memakai jubah warna merah. Jadi warna merah ini untuk pangeran anak selir, menantu raja dan pangeran anak dari adik-adik raja. Bingung ya? Prince Dowon kan anak dari Grand Prince Suyang, nah kalau Pangeran Suyang pake warna ungu tapi kalau anaknya pake warna merah. Tapi...ga' begitu merhatiin warna jubah pangeran SUyang pas di Queen Insoo euy!  
Jubah sehari-hari para pejabat juga di kenal dengan nama dalryeongpo.
Warnanya tergantung dari level status : merah untuk rank 1 senior sampai rank 3 senior, biru untuk rank 3 junior sampai 6 junior, dan hijau untuk 7 junior samapi 9 juniuor. Selama masa awal dinasti Joseon satu warna jubah hanya merefleksikan satu level status tapi kemudian dalam perkembangannya mereka mengadaptasi dari dinasti di China. Lencana status atau hyungbae di buat dengan sulaman pola awan dan binatang :  derek untuk petugas sipil dan hopyo (harimau - macan tutul) untuk petugas militer. Hyungbae dengan dua pola binatang untuk rank 1-3 dan pola dengan satu binatang untuk rank 4-9.
  
Sekali lihat saja sudah bisa ketahuan siapa yang lebih berkuasa : Menteri Yoon One look and you could tell who is more powerful than the others: Minister Yoon mengenakan jubah merah dengan dua crane pada lencana pangkatnya sementara sementara itu 3 profesor fisiognomi dengan jubah biru dengan satu crane. Keempatnya masuk dalam jajaran petugas sipil. 
Untuk acara khusus seperti pengumuman dari keputusan kerajaan dari raja, para pejabat ini akan memakai jubah khusus berwarna merah yang di sebut jobok. Yanggwan, mahkota dengan dua jumbai yang etrgantung di konde. Pada piku di atas semua menteri memegang  tongkat kekuasaan yang terbuat dari gading. (Scene dia tas episode 1 The Moon That Embraces The Sun).
Dayang pengiring juga punya jubah tersendiri yang di sebut gungnyeo. Mereka biasanya memakai dangui, jaket kek punya ratu atau putri tapi tanpa geumbak atau pola emas. Warna dan gaya rambut berrbeda tergantung dari level status. Yang paling tinggi di sebut sanggung (perhatikan kalau nonton TMTETS dayang kepala punya Bo Kyung atau nenek suri. Punya Bo Kyung namanya Jo Sanggung). Para sanggung memakai dangui warna hijau gelap giok. Juga memakai  binyeo dan cheopji, konde kecil dengan bentuk kodok. Gaya rambut mereka mirip dengan ratu atau ibu suri atau wanita Joseon yang sudah menikah, kepang yang di ikat jadi satu. Nain (dayang di bawang sanggung) memakai jubah warna giok yang lebih terang, gaya rambut mereka sama dengan model sanggung. Nain magang memakai dangui berwarna pink tapi lebih sering mereka memakai jeogori pink. Model rambut mereka sedikit berbeda : mereka memakai saeng meori, kepang yang diangkat ke ats kepala dan mereka memakai daenggi untuk hiasannya.
 Jo Sanggung memakai silver cheopji di kepala dan binyeo.
Nain magang model rambut mereka seperti ini (saeng meori).
Variasi warna di pakai oleh nain spesial raja Sejong (Deep Rooted Tree) mereka memakai jaegori berwarna giok gelap.
Tapi kalau nonton Dong Yi, ada dayang khusus investigasi. Warna dangui mereka biru tua untuk sanggung dan biru terang untuk nain. Ini pikunya 

Mungkin karena mereka dayang khusus ya? 
Tapi untuk sanggung yang ngikutin kemanapun selir Dong Yi  pergi sama kok warna dangui mereka hijau paling yang berbeda warna dari Nain magang bukan pink tapi biru.
ini pikunya
Untuk kasim : 
Aku hanya tahu Hyung Sun di Haepumdal :)) Dia kan kasim paling tinggi (sang Soen) warna jubah dia mirip dengan sanggung, warna giok tua.
Di gambar ini jubah Hyung Sun lebih gelap timbang kasim yang tingkatnya lebih rendah di bwah dia, yang lebih rendah warnaya sama dengan dangui yang di pakai nain.
 
Huhuhu...akhirnya Yeo Jin Gu satu frame juga ma KSH ^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar